Pajak Start Up

Jika kamu berencana atau sudah memiliki usaha mandiri yang baru berjalan satu tahun atau dua tahun ini, yang istilah kerennya : start up, tapi ternyata masih bingung sama urusan pajak, coba simak penjelasan berikut.

Pertama-tama, ijinkan saya menyampaikan hormat dan salut saya kepada kalian yang telah merintis usaha mandiri start up atau bahkan yang memiliki dan memperkerjakan karyawan. Karena kalian memiliki andil dalam perputaran perekonomian nasional, membuka lebih banyak peluang bahkan lapangan pekerjaan.

Kedua, perkenankan saya mengingatkan kalian: walaupun usaha rintisan kalian masih baru, jangan lupa kewajiban pajaknya!

Sering kali ada excuse di antara pelaku usaha start up: usaha saya kan masih baru, masa harus bayar pajak? Omset saya kan masih kecil, tega banget pak kalo harus dipajakin? Atau “mas, jualan saya kan cuman squishi, masa dikenakan pajak juga?”

Kawan-kawan pelaku start up yang saya banggakan, selama usaha kamu menghasilkan omset, mau sekecil apapun penghasilan itu, maka sejak bulan pertama usaha kalian beroperasional dan menghasilkan peredaran usaha, kalian sudah dapat membayar pajak kepada negara.

Mau jualannya squishi, slime bling-bling, keripik pepaya, ayam geprek, ayam non geprek, online atau offline, kalau sudah berhasil melakukan satu penjualan pun, kalian sudah bisa menghitung setoran pajaknya.

Lalu pertanyaan selanjutnya, berapa pajak yang harus dibayarkan?

Di dalam peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 2018, besarnya tarif pajak yang harus dibayar oleh pelaku usaha yang memiliki peredaran usaha di bawah 4.8 miliar setahun adalah 0.5% per bulan dihitung dari semua total penjualan atau omset selama satu bulan.

Ingat ya, ngitungnya dari omset ya, dari seluruh total penjualan, bukan dari laba bersih. Jadi sebelum dikurangin dengan biaya2 ini dan itu.

Saya kasih ilustrasi, misalnya: Selama bulan februari, total penjualan kalian 10 juta rupiah, maka pajak yang harus kalian setorkan ke negara sebesar 0.5% dikalikan dengan 10 juta rupiah, atau sebesar 50ribu rupiah. 50 ribu ini harus kamu bayarkan paling lambat tanggal 15 bulan selanjutnya. Jadi kalau ini adalah pajak untuk bulan februari, maka harus kamu bayarkan paling lambat tanggal 15 maret.

Lalu permisalan selanjutnya, misalkan di bulan selanjutnya yaitu bulan maret, jumlah penjualan kamu tidak sebaik bulan sebelumnya, total omzet kamu katakanlah hanya mencapai 8 juta rupiah, maka pajak yang harus kamu bayarkan sebesar 0.5% dikalikan dengan 8 juta, atau sama dengan 40 ribu rupiah. Kalau ini adalah pajak untuk bulan maret, maka 40ribu tadi harus kamu bayarkan paling lambat tanggal 15 bulan april.

Trus, di bulan selanjutnya, april, setelah kamu evaluasi, total penjualan kamu meningkat tajam sampai dengan 40 juta, maka pajak yang harus kamu bayarkan sebesar 0.5% dikalikan 40 juta rupiah, atau sebesar 200ribu rupiah. Kalau ini adalah pajak bulan april, maka 200 ribu rupiah tadi harus kamu bayarkan paling lambat tanggal 15 mei.

Simple kan?

Trus, cara bayar pajaknya gimana?

Cara pembayaran pajak yang paling mudah adalah melalui atm. Kalau kamu punya atm bank mandiri, BNI, BRI atau BCA, kamu bisa langsung memilih menu pembayaran PPh Final Bruto Tertentu.

Sementara untuk pembayaran pajak via atm di luar dari bank yang saya sebutkan tadi, atau pembayaran via teller bank, kantor pos, atau internet banking, harus terlebih dahulu membuat kode billing. Kapan-kapan saya buat tulisan tentang kode billing.

Pokoknya sekarang, buruan daftar NPWP, lewat online udah bisa di www.pajak.go.id . Setelah udah dapat nomor NPWPnya, kamu sudah bisa membantu negara ini dengan langkah yang paling nyata, yakni membayar pajak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s