Belajar Berenang Mandiri dengan Benar

Saya berhasil memahami cara berenang ketika saya duduk di kelas 2 SMP, sekitar umur 14 tahun, sudah cukup terlambat, tapi yang penting akhirnya bisa. Apakah saya mengikuti kursus berenang? Tidak. Apakah sekolah mengajari saya berenang? Ya, tapi gagal, sepertinya mereka salah dalam memberi instruksi. Lalu bagaimana akhirnya saya bisa berenang? Melalui pencarian sendiri, ditambah referensi dari buku olahraga kelas 5 SD yang sebelumnya tidak pernah tersentuh, yang terpaksa kami beli semata-mata untuk menghindari nilai merah pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Seriously, buku itu tidak pernah kami gunakan dalam proses belajar mengajar.

Oke, cukup dengan aib dunia pendidikan masa lalu. Poin apa yang harus diperhatikan orang-orang bila ingin menguasai teknik berenang? Cekidot.

Pertama, sebelum belajar berenang, beli lah kacamata renang yang baik, dan penjepit hidung untuk renang. Untuk apa? bukan untuk gaya-gaya an, melainkan untuk menghilangkan segala potensi kepanikan selama belajar berenang yang justru menjadi penghambat.

Swimming_goggles.JPG
Kacamata renang.

Hal yang pertama kali harus diatasi adalah kepanikan. Panik jika mata perih karena kaporit atau mata alergi air (diatasi dengan kacamata renang), panik karena dry drowning, hidung dan kepala sakit ketika air terhirup hidung (diatasi dengan penjepit hidung), bahkan ada orang yang bisa panik karena telinganya kemasukan air (diatasi dengan penutup telinga untuk renang).

581px-Arena_Noseclip_for_swimming.jpg
Penjepit hidung untuk berenang.

Percayalah, benda-benda tersebut memberikan kenyamanan selama kita berenang. Belum punya barang-barang itu? Ga usah belajar berenang dulu, daripada dipaksakan trus akhirnya traumatic. Sudah lengkap? Mari lanjutkan membacanya.

Kedua. Berenang, pada hakikatnya, adalah kemampuan manusia untuk bertahan hidup di air. Itulah sebab, seharusnya yang diajarkan pertama kali pada saat belajar berenang adalah teknik mengambil nafas dan membuang nafas selama di air. Sementara, yang diajarkan pertama kali oleh pengajar di sekolah atau bahkan di tempat kursus berenang, dari dulu hingga sekarang, adalah pelajaran meluncur, ini salah banget menurut saya. Pelajaran meluncur hanya dibutuhkan ketika seseorang ingin mempelajari renang gaya bebas, sementara gaya bebas tidak saya anjurkan untuk perenang pemula (I’ll tell you why, later).

Kita kembali dulu kepada teknik pernapasan yang benar. Sewaktu belum bisa berenang, bayangan saya tentang mengambil nafas, adalah, meninggikan leher setinggi-tingginya agar jauh dari permukaan air, sehingga saya mempunyai kesempatan yang cukup untuk membuang sekaligus menghirup udara yang baru. Ini melelahkan dan salah.

Ketika berenang, kita hanya akan bernafas menggunakan mulut. Awalnya mungkin terasa tidak nyaman, namun lama-lama akan terbiasa. Urutan teknis pernapasannya adalah: buang nafas – tarik nafas – tahan – buang nafas – tarik nafas – tahan – dan seterusnya. Kemudian, saat membuang nafas yang paling tepat, adalah saat mulut/bibir berada di pertengahan air dan udara. Menjelang bibir mendekati ruang udara juga boleh, yang jelas bukan pada saat bibir sudah berada di udara, sudah terlambat untuk membuang nafas. Membuang nafas ketika mulut sudah berada di udara akan mengurangi kesempatan mengambil nafas dengan baik. Okey?

Selanjutnya, saat mengambil nafas yang benar, adalah, sesaat setelah kita membuang nafas, yakni ketika mulut/bibir berada sekian milimeter dari permukaan air.

Latihan teknik pernapasan ini dulu sampai terbiasa. Ga perlu meluncur, cukup muncul-tenggelamkan kepala di air dulu. Ingat, bernafas dengan mulut, buang nafas saat bibir di pertengahan air dan udara, lalu hirup nafas sesaat setelahnya.

Ketiga. Jika sudah mengerti mekanisme pengambilan nafas, mulailah menggerakkan tangan dan kaki, berenang dengan menggunakan gaya dada, a.k.a. gaya katak. Lakukan dengan tenang,…. sangat tenang…. Pada prinsipnya, ketika tubuh tenang dan rileks, tanpa harus melakukan upaya apa pun, tubuh akan terangkat dengan sendirinya ke permukaan air. Maka, cobalah melakukan gerakan gaya dada ini dengan saaaangat tenang. Kamu akan ‘takjub’ ketika pada saat melakukan gerakan gaya dada (ketika tangan melakukan gerakan tolakan) kepalamu muncul dengan ‘sendirinya’ ke atas permukaan air.

Mengapa sebaiknya harus gaya dada? Karena menurut saya, gaya ini tidak memercikkan air ke wajah (yang membuat perenang pemula menjadi panik dan merasa tidak punya kesempatan untuk bernafas). Selain itu, gaya ini membutuhkan energi yang paling sedikit di bandingkan gaya lain.

Jika ditarik kesimpulan, maka agar bisa belajar berenang kuncinya adalah:

  1. Pakai kacamata renang dan penjepit hidung.
  2. Latihan teknik pengambilan nafas dulu dengan benar.
  3. Gaya dada, dan lakukan dengan sangat tenang.

Tentunya, jangan lupa berdoa sebelum latihan. πŸ™‚

Teknik ini bisa saja salah menurut orang lain, atau tidak tepat dari sudut pandang akademik. Tapi paling tidak, saya pribadi berhasil dengan cara ini. Selain itu, kamu tidak akan berhasil jika hanya dengan membaca artikel ini. Pergi ke kolam renang, sekarang! Selamat mencoba.

 


Jika kamu menemukan hal tambahan yang harus diperhatikan, atau mempunyai tehnik belajar berenang sendiri yang mudah, tolong tulis di kolom komentar ya, agar yang lain bisa saling belajar. Terima kasih. πŸ™‚

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s