Tanda Tangan Scan = Tanda Tangan Elektronik ?

Tentu bukan.

###########################

Salah satu hal yang paling sering ditanyakan dalam urusan pelaporan pajak adalah apakah formulir Surat Pemberitahuan (SPT) Masa atau SPT Tahunan yang ‘ditandatangani’ dengan menggunakan tanda tangan hasil scan (yang kemudian dicetak di atas formulir SPT) dapat diterima sebagai laporan SPT yang sah. Beberapa pihak meyakini hal tersebut dibolehkan, mengingat bahwa aturan yang berlaku memperkenankan SPT ditandatangani secara elektronik. Namun, apakah tanda tangan hasil pemindaian citra tersebut dapat dikategorikan sebagai tanda tangan elektronik?

Pada awal tulisan ini kami sudah menyampaikan jawabannya. Namun akan kami coba menguraikan penjelasan jawaban tersebut sebagai berikut.

Berdasarkan ketentuan Pasal 1 ayat (12) Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dinyatakan bahwa tanda tangan elektronik adalah tanda tangan yang terdiri atas Informasi Elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan Informasi Elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentifikasi.

Hal ini senada dengan penjabaran definisi tanda tangan elektronik pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 152/PMK.03/2009 di pasal 1 yang menyatakan bahwa tanda tangan elektronik atau tanda tangan digital adalah informasi elektronik yang dilekatkan, memiliki hubungan langsung atau terasosiasi pada suatu informasi elektronik lain termasuk sarana administrasi perpajakan yang ditujukan oleh Wajib Pajak atau kuasanya untuk menunjukan identitas dan status yang bersangkutan.

Di dunia teknologi informasi, tanda tangan digital (digital signature) adalah suatu karakter digital, sistem otentikasi yang disematkan pada data atau ditransmisikan terpisah untuk membuktikan keaslian data ketika terjadi proses transmisi data dari pengirim kepada penerima melalui jaringan internet/intranet yang berguna untuk menjamin aspek keamanan, keaslian suatu dokumen elektronik. Dengan adanya tanda tangan digital, pengirim tidak dapat mengelak bahwa dia tidak mengirimkan dan/atau tidak mengakui dokumen yang dikirimkan ke penerima lain dan juga sebaliknya (non repudiation). Non repudiation merupakan jaminan keaslian atas penyampaian dokumen dari pengirim untuk menghindari penyangkalan dari penandatangan dan pengirim dokumen bahwa pengirim tidak menandatangani dan mengirimnya. Tanda tangan tersebut mengidentifikasikan dokumen yang ditandatangani, membuatnya tidak mungkin dipalsukan ataupun diubah, baik dokumen maupun tandatangannya. Implementasi tanda tangan digital memakai algoritma-algoritma dan teknik-teknik khusus, dengan konsep sistem kriptografi non simetris (assymmetric cryptosystem) yang algoritmanya menggunakan dua buah kunci. Pertama, kunci privat (private key cryptography) yang hanya diketahui oleh penandatangan dan digunakan untuk membentuk tanda tangan digital. Kedua, kunci publik (public key cryptography) yang disebarkan ke publik digunakan untuk verifikasi tanda tangan digital dengan mengembalikan pesan ke bentuk semula yang dapat dibaca oleh penerima jika verifikasinya cocok. (http://isnan-wijarno.com)

Dari penjelasan definisi di atas dapat kita sarikan bahwa penandatangan secara elektronik memerlukan proses verifikasi dan autentifikasi berlapis untuk meyakinkan adanya persetujuan dari pihak pemilik dokumen.

Sebagai contoh, bila Anda menyampaikan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 S melalui website https://djponline.pajak.go.id , peristiwa penandatanganan dokumen SPT terjadi pada saat Anda mencantumkan kode khusus untuk pengiriman SPT (submit), dimana kode tersebut Anda dapatkan dari kotak masuk (inbox) email yang Anda peroleh pada saat Anda menyatakan akan mengirimkan SPT yang telah Anda yakini kelengkapan dan kebenarannya. Kode khusus tersebutlah yang dapat kita nyatakan sebagai tanda tangan elektronik. Contoh penandatangan secara elektronik dapat pula kita jumpai pada saat pembuatan faktur pajak dengan aplikasi e-faktur, atau bahkan pada saat melakukan pembayaran pajak dengan menggunakan e-billing.

Dengan segala penjelasan di atas, dapat kami simpulkan bahwa tanda tangan tercetak yang diperoleh dari proses pemindaian dengan mesin scanner tidak memenuhi unsur pengertian tanda tangan elektronik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s