Terminologi Pajak

Ada efiling, ada eFIN, ada eFaktur, eSPT, eNofa, eBilling, e ini, e itu,…e..e…ela..ela… under my umbrella…. Bingung ya? Sama! Hag…hag…hag…

Kemajuan teknologi dan peningkatan kebutuhan kemudahan layanan administrasi perpajakan melahirkan inovasi produk-produk layanan perpajakan berbasis aplikasi yang kian bertambah setiap wakunya. Hal ini seharusnya memudahkan Wajib Pajak karena memungkinkan Wajib Pajak untuk tidak perlu ke kantor pajak atau ke bank/kantor pos sekalipun. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak masyarakat masih belum mengetahui fasilitas-fasilitas tersebut. Ada juga yang sudah pernah dengar/baca, tapi kebingungan saking banyaknya aplikasi. Mereka kebingungan dengan perbedaan aplikasi satu dengan yang lainnya karena terminologi/istilah yang mirip-mirip. Nah mungkin ini salah satu penyebab kebingungannya. Baik, kami coba uraikan satu-satu penggunaannya ya?!

  1. e-SPT

espt-pph

e-SPT adalah aplikasi berbasis program komputer untuk menyusun SPT (Surat Pemberitahuan) dalam bentuk digital. Dengan e-SPT, anda tidak perlu menulis, mengetik dan menghitung secara manual. Selain itu, e-SPT juga dapat menyimpan data anda dengan aman, dapat diakses dan dicetak kembali kapan saja, sehingga memudahkan pekerjaan administrasi anda. Jika telah selesai mengisi e-SPT dengan benar, anda dapat menyimpan data SPT dalam bentuk file csv yang nantinya bisa anda laporkan bersama cetakan SPT ke kantor pajak, atau juga secara online melalui e-filing sehingga tidak memerlukan kertas dan tidak perlu ke kantor pajak (khusus SPT Tahunan OP (1770), SPT Tahunan OP S (1770 S), SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2), SPT Masa PPh Pasal 21/26, SPT Tahunan PPh Badan (1771) dan SPT Masa SPT PPN dan PPnBM 1111).

Hingga saat ini Direktorat Jenderal Pajak telah menerbitkan setidaknya 10 aplikasi e-SPT. Silahkan anda unduh dan install sesuai keperluan anda.

2. e-Filing

logo-ed-4

e-Filing adalah layanan penyampaian SPT, baik masa maupun tahunan, secara online. Jadi gak perlu lagi datang ke kantor pajak. Jangan kuatir, fasilitas ini pun sama dengan layanan manual, semuanya bebas biaya.

Untuk menggunakan layanan ini, silahkan akses http://djponline.pajak.go.id/

screenshot_2017-01-11_15-59-32

3. e-Billing

e-Billing adalah langkah awal pembayaran pajak secara online. e-Billing adalah formulir surat setoran pajak yang diakses dan diisi secara digital dan online, sementara pembayarannya tetap akan melalui channel Bank persepsi/ Kantor Pos, baik manual ke kantor pos/bank ataupun secara elektronik di atm maupun internet banking.

Jadi ingat, mengisi uraian pembayaran pajaknya di e-Billing, bayarnya tetap melalui layanan perbankan.

Cara kerjanya: silahkan akses ke salah satu channel e-Biling berikut:

isi formulir di sana sebagaimana halnya mengisi form surat sutoran pajak seperti biasa. Bila tak ada masalah, anda akan mendapatkan ID Billing. Duh, apa lagi itu? Kita langsung ke penjelasan nomor 4 ya.

** untuk e-Billing melalui sms, bisa baca informasinya di sini ya.

4. ID Billing

ID Billing atau biasa juga disebut sebagai kode billing, adalah kode berupa angka dan atau huruf, yang didapatkan setelah mengisi dan memproses e-Billing. ID Billing ini nantinya diserahkankan/diinformasikan pada saat akan melakukan proses pembayaran pajak, baik melalui ATM, internet banking, mesin EDC, ataupun pembayaran manual di loket Bank/Pos.

5. e-FIN

e-FIN, yang merupakan singkatan dari Electronic Filing Identification Number, adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh kantor pajak kepada wajib pajak yang berkeinginan untuk menggunakan layanan perpajakan secara online, seperti e-Filing, e-Faktur dan atau e-Billing.

Jadi, sebelum bisa memanfaatkan layanan online, Anda terlebih dahulu harus mendaftarkan diri sebagai user di DJP Online (http://djponline.pajak.go.id). Sementara untuk mendaftarkan diri sebagai user di DJP online, Anda harus menginformasikan nomor e-FIN Anda.

Bila belum memiliki e-FIN, silahkan mendatangi kantor pelayanan pajak yang terdekat, mengisi, menandatangani dan menyerahkan formulir ini , yang mana bisa juga Anda peroleh di kantor pajak.

6. e-Faktur

logo-efaktur

Faktur Pajak berbentuk elektronik, yang selanjutnya disebut e-Faktur, adalah Faktur Pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan dan/atau disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Setiap Pengusaha Kena Pajak wajib menggunakan aplikasi ini.

Pemberlakuan e-Faktur dimaksudkan untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi Pengusaha Kena Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan khususnya pembuatan Faktur Pajak. Namun sebagai catatan, untuk memnyusun faktur pajak, Anda terlebih dahulu memiliki list Nomor Seri Faktur Pajak. Nomor Seri Faktur Pajak bisa dapat anda dapatkan melalui aplikasi berbasis web yang disebut e-Nofa (lihat penjelasan nomor selanjutnya).

Selain untuk keperluan pembuatan Faktur Pajak, e-Faktur juga membantu wajib pajak dalam penyusunan laporan SPT Masa PPN karena aplikasi ini sudah mengakomodir penyusunan pelaporan SPT Masa PPN tersebut.

Apabila Anda Pengusaha Kena Pajak, silahkan download e-Faktur di sini.

7. e-Nofa

e-Nofa Online, yang lebih sering disebut sebagai e-Nofa, adalah Aplikasi Permintaan Nomor Seri Faktur Pajak Secara Online, dengan tautan jelajah internet di https://efaktur.pajak.go.id/

screenshot-from-2017-03-02-144425

Pengusaha Kena Pajak yang menerbitkan faktur pajak akan memerlukan penomoran yang didapatkan secara resmi dari Direktorat Jenderal Pajak, bukan penomoran sendiri. Untuk mendapatkan penomoran resmi ini, Wajib Pajak harus mengambilnya secara sistem melalui e-Nofa.

Untuk dapat memanfaatkan e-Nofa ini, Wajib Pajak harus memiliki login e-Nofa. Untuk mendapatkan login e-Nofa, Wajib Pajak harus mendaftarkan diri secara manual ke kantor pajak terdaftar.

8. Sertifikat Elektronik

Sertifikat Elektronik adalah file khusus yang akan dibenamkan pada browser internet komputer, yang sifatnya memberikan wewenang agar Wajib Pajak dapat menggunakan e-Nofa dan meminta nomor seri faktur pajak. Setiap Wajib Pajak memiliki nomor seri yang berbeda. Sertifikat Elektronik masing-masing Wajib Pajak dapat diunduh di halaman beranda e-Nofa masing-masing setelah berhasil login.

Setelah berhasil mendapatkan Sertifikat Elektronik, anda dapat menginstall file tersebut dengan panduan di sini.

9. e-Form

e-Form adalah salah satu cara penyampaian SPT, selain e-Filing. Bedanya, dengan e-Form, Anda bisa mengisi secara offline, di saat internet atau jaringan website pajak sedang mengalami gangguan, seperti melambat karena traffic yang tinggi atau alasan yang lainnya.

Sebuah blog pajak ‘amsyong.com’ sudah merinci cara penggunaan e-Form ini dengan sangat baik. Silahkan lihat di sini.


Hingga saat ini, cukup sekian istilah-istilah aplikasi pajak yang sering ditanyakan oleh Wajib Pajak. Jika Anda menemukan istilah atau terminologi pajak lain yang membuat anda bingung, silahkan tanyakan kepada kami, melalui kolom komentar di bawah ya.

Terima Kasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s