Keris Sakti? Kera Sakti kale’…

Tidak harus menunggu malam satu suro untuk membersihkan keris. Kapan saja bisa, termasuk pas momen hari anak nasional. Membersihkannya juga ga perlu pake air kembang (bukannya malah bikin karatan ya?), lebih baik pake brasso, mengkilat seketika.

Suatu hari saya mengunjungi rumah teman saya dan menemukan koleksi keris milik keluarganya yang dipajang di dinding ruang tamunya, sudah turun temurun katanya. Wow, antik. Saya mudah tertarik dengan sejarah. Teman saya juga saya kenal memiliki pemahaman agama yang baik, ….. sampai dia berkata ……keris itu rutin dimandikan dengan air kembang setiap malam satu suro oleh pemandi keris khusus. Bah….

Saya sempat nanya kenapa harus malam satu suro dan kenapa harus air kembang. Beliau njawab agar kerisnya tidak kehilangan aura. Tiba-tiba saya pengen joget pake lagunya aura kasih.

Beliau agak sedikit kesulitan menjawab, karena di antara jawabannya sempat dia sisihkan pernyataan tidak percaya tahayul. Saya sedikit paham, memang terkadang kita sulit melepaskan sentimentil warisan leluhur. Dia menguraikan kebanggaannya dengan historikal klenik bersamaan dengan status lulusan pondok pesantren yang ia sandang. 

Saya tidak akan berdebat. Lha wong saya tamu. Lagipula saya yakin teman saya lebih mengerti soal akidah, bekas santri kok. Dia tidak memerlukan penjelasan, dia hanya memerlukan waktu. 

Bicara soal waktu, sebentar lagi 2017 lho….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s