Ayah, mari bicara kematian.

Karena berbicara tentang kematian itu menguatkan. Tak perlu merasa tabu. Tak perlu juga dijadikan dasar tanda-tanda kepergian. Ini hanyalah salah satu dari 2 hal mutlak yang ada di depan manusia hidup, pajak dan kematian. Saya, anda, dan dia pasti mati, tinggal perkara siapa yang lebih dulu. Memang tidak mudah mengajak pasangan berbicara hal ini, karena kematian memang bukan topik yang menyenangkan. Entah bagaimana cara menyampaikannya, namun pastikan pasangan anda mengetahui beberapa hal ini nantinya:

1) Hutang-piutang.

Segerakan penyelesaian hutang bilamana masih memiliki hutang. Harapannya, jangan sampai istri dan anak kita dipersusah dengan hutang limpahan kita. Bilamana belum dapat diselesaikan, paling tidak, anda WAJIB menginformasikan jumlah dan sumber semua hutang yang anda miliki kepada pasangan anda. No, jangan tunda hingga ‘merasa siap’, lakukan sekarang. Hal ini penting, mungkin saja istri bisa membantu memberikan jalan keluar, atau paling tidak ia lebih merasa siap untuk menanggung bila saja secara tiba-tiba ada hal yang tidak diinginkan. Begitu juga bila anda memiliki piutang, sampaikan, berapa dan siapa saja yang berhutang pada anda.

2. Asuransi.

Saya sudah pernah membahas hal asuransi pada postingan blog yang dulu. Isinya tentang alasan penting memiliki asuransi dan berbagai jenisnya secara umum. Mungkin anda berminat membacanya di sini.

Asuransi memiliki banyak tawaran produk dari berbagai penyedianya. Pilihlah salah satu produk asuransi yang bisa menyantuni kehidupan keluarga yang anda tinggalkan bila sesuatu terjadi.

Bila anda belum memiliki asuransi, mulailah menjelajah di google atau langsung bertanya kepada salah satu agen asuransi yang memiliki reputasi yang baik.

3. Benefit Perusahaan

Tanyakan kepada perusahaan tempat anda bekerja, kemudian informasikan kepada keluarga anda, fasilitas apa yang akan diberikan kepada keluarga anda bila kelak anda tinggalkan.
Misalnya, seorang PNS dengan masa abdi lebih dari 20 tahun, apabila meninggal, keluarga yang ditinggalkan bisa mendapatkan pensiun secara secara rutin dengan penghitungan khusus. Tidak percaya? Maka darinya, bertanyalah :).

Selain menyiapkan kehidupan setelah mati, kita juga wajib menyiapkan kehidupan orang-orang yang kita sayangi, sepeninggal kita wafat nanti. Ayah, sebagai pemegang tinggi tanggung jawab dalam sebuah keluarga, beberapa hal di atas harus anda lakukan sebagai wujud aksi kebersertaan anda nanti meskipun sudah tidak lagi hidup bersama mereka dalam dimensi yang sama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s