Resep Puyer? Tebus Separuhnya Saja

Yang namanya bayi, kecuali dia anak ajaib, pasti ada masanya kesehatannya terganggu, entah dia demam, batuk-pilek, mual, atau diare. Untuk jenis gangguan kesehatan yang banyak dijumpai pada bayi seperti ini, kebanyakan dokter akan menuliskan resep yang salah satunya adalah obat puyer serbuk. Obat puyer biasanya dikemas dalam kantung-kantung kecil yang ketika ditebus jumlahnya bisa sekitar 20 kantung.

Atas keberhasilan racikan apoteker dan doa dari ayah-bunda, dalam kurun waktu singkat, si bayi sudah pulih kesehatannya dan kembali ceria. Cukup 5 kantung puyer, anak kita sudah kembali sehat. Satu kekhawatiran hilang, berganti dengan sebuah misteri : sisa obat puyer ini, apakah bisa disimpan dan dipergunakan lain waktu?

Pertanyaan yg bikin gatal, kami pun menanyakannya ke dokter anak kami. 2 minggu, katanya. Dokter menyarankan obat puyer itu umurnya 2 minggu saja. Untuk itu, dia menyarankan untuk menebus separuh resep saja untuk obat puyernya, agar sisa obat tak terbuang sia-sia. Kalau memang saat itu kehabisan, tak masalah bila menebus obat puyer yg lebih ‘segar’ bukan?

Saat menebus resep ke apotik, kami mengikuti anjuran dokter, “setengahnya aja mba…” begitu pesan kami untuk penebusan obat puyernya. Sambil menunggu peracikan yang memakan waktu agak lama, saya menanyakan misteri yang sama kepada apotekernya : berapa umur obat puyer?

Sang apoteker menguraikan, kalau obat puyer bisa bertahan hingga 1 bulan. Tambahnya, tergantung teksturnya. Selama puyer belum menggumpal, maka obat itu masih aman untuk dikonsumsi. Penyebab tendensi menggumpalnya suatu puyer karena adanya kandungan gula dalam racikannya.

Jadi yang benar yang mana nih? 2 minggu atau 1 bulan?

Untuk urusan obat puyer ini, saya cenderung setuju dengan peraciknya. Standar amannya kita gunakan 2 minggu saja, tapi sepanjang obatnya belum menggumpal, maka masih aman untuk dikonsumsi hingga 1 bulan. Tapi semoga kita tidak perlu menyimpan stok puyer…. tebus separuh resep saja. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s