Mengurus paspor anak

Apapun tujuan anda, bila akan melibatkan anak dalam kunjungan keluar negeri, maka anda harus memikirkan paspor anak. Walaupun bayi masih belum bersidik jari atau tak mampu bertanda tangan, menurut aturan, sang buah hati tetap wajib memiliki identitas ini. Birokrasi di negara manapun akan sama sulitnya bila yang menginginkan layanan publik tak mengetahui persyaratannya.

Awal kata, selamat membaca.

Untuk mengurus paspor anak, tentunya anda harus punya anak dulu.

……..

(menurut lo?)

Kidding.

Garing.

Sorry.

A. Cara Pendaftaran Permohonan Paspor

Manual? Atau online?

Manual dengan cara ke kantor imigrasi, lalu membeli formulir di koperasi imigrasi, lalu mengisi formulir, lalu menyerahkan, lalu disuruh pulang dulu, lalu 3 hari datang lagi, lalu diambil foto biometrik dan wawancara, lalu disuruh pulang lagi, lalu datang lagi 3 hari kemudian, lalu ngambil paspornya. Kira-kira, seperti itu pengalaman saya dulu mengurus paspor pribadi.

Atau dengan cara online melalui web imigrasi?

Kalau anda bisa menemukan blog kami, maka seharusnya anda bisa memanfaatkan fasilitas online ini. Yang saya herankan, menurut penuturan petugas imigrasinya, masyarakat masih kurang menaruh minatnya untuk menggunakan layanan online tersebut.
Anyway, saya ga bakal jelaskan cara manual ya.

B. Persiapkan Dokumen Wajibnya.

Untuk paspor anak, dokumen persyaratannya lebih banyak daripada orang dewasa. Dokumen yang harus disiapkan:
1. Akta kelahiran anak
2. KTP ayah
3. KTP bunda
4. Kartu keluarga (dimana nama anak sudah harus tercantum. Belum tercantum? Ya… segera bereskan dulu urusan yang ini)
5. Buku nikah
6. Paspor ayah
7. Paspor bunda

C. Scan Dokumen

Iya, anda akan memerlukan mesin scanner tentunya. Kalau tak ada, difoto tapi resolusinya bagus, mungkin bisa dicoba. Tapi usahakan cari scanner sajalah.

Ada yang harus diperhatikan untuk hasil akhir softcopy dokumen anda, bahwa:
1. Ukuran file per dokumen tidak lebih dari 1 MB, tak kurang dari 100 KB.
2. Secara resolusi, ukuran display dokumen juga tak boleh terlalu besar, tak pula terlalu kecil. Untuk amannya, gunakan pakem ukuran standar 800×600 saja (atau menyesuaikan).

D. Mengakses Website Imigrasi

1. Sudah saya sediakan shortcut link nya. Silahkan klik http://ipass.imigrasi.go.id:8080/

wpid-screenshot_2014-06-07-09-21-19-1038x576

Jika halaman sudah terbuka, pilih “Pra Permohonan Personal”

2. Pada halaman selanjutnya isilah data identitas anak selengkap-lengkapnya. Jangan lupa memilih jenis paspor biasa baru, dengan tipe 48 lembar. (Fyi, tipe 24 lembar untuk keperluan paspor TKI). Lengkapi pula kolom alamat email. Gunakan lah alamat email ayah atau bunda yang valid. Karena pengiriman dokumen validasi akan diemail melalui email tersebut.
wpid-screenshot_2014-06-07-09-48-141-1038x576

Pada beberapa halaman selanjutnya, anda akan diminta mengupload softcopy dokumen yang telah anda siapkan tadi. Akan terdapat beberapa kolom dokumen untuk proses upload. Jika tidak ada kolom dokumen yang dimaksud (misalnya kolom buku nikah), pilih kolom “lain-lain”.

3. Jika proses pendaftaran telah selesai. Anda akan menerima email dari spri@imigrasi.go.id berisi file pdf yang isinya “BUKTI PENGANTAR KE BANK”. Printlah file ini. Pastikan anda membawanya pada saat melakukan pembayaran.
wpid-screenshot_2014-06-14-21-35-42_20140614231834217_20140615060153926

Oh iya, di dalam email tersebut terdapat link LANJUT yang hanya boleh anda klik jika anda SUDAH melakukan pembayaran.

E. Pembayaran Biaya Paspor

Bermodalkan bukti pengantar bank yang telah anda cetak tadi, siapkan uang 255ribu + 5ribu (biaya administrasi bank).

Pembayaran biaya paspor hanya dapat dilakukan di Bank BNI.

Jika telah melakukan pembayaran, pastikan anda memperoleh bukti pembayaran yang di dalamnya memuat kode unik verifikasi. Tanyakan kepada petugas bank untuk menunjuk kode yang dimaksud, anda akan membutuhkan kode itu nantinya.

F. Verifikasi Pembayaran

Jika anda telah melakukan pembayaran, panggil kembali email yang telah anda terima, klik link LANJUT yang ada di dalamnya. Anda seharusnya dibawa ke halaman web yang meminta anda memasukkan:
1. Kode unik verifikasi (dari bank tadi)
2. Pilihan tanggal foto biometrik dan wawancara.

Jika sudah dan benar, anda akan sekali lagi menerima email dari imigrasi yang di dalamnya terdapat file pdf berisi TANDA TERIMA PERMOHONAN. Dicetak ya. Nanti akan terdapat 3 lembar. Halaman pertama berinformasikan tanggal kedatangan untuk biometrik dan wawancara, halaman kedua dan ketiga berisi formulir yang harus anda isi dan tanda tangani.
wpid-screenshot_2014-06-14-22-07-45_20140615060258694

Satukan dokumen ini dengan bukti pembayaran anda beserta pengantar banknya.

G. Kedatangan Ke Kantor Imigrasi

Datanglah bersama anak anda ke kantor imigrasi pilihan anda sebagaimana tertera pada tanda terima tersebut, sesuai dengan tanggal dan jamnya.

Jangan lupa membawa print out tanda terima dan bukti pembayaran yang asli, serta semua dokumen persyaratan yang asli. Oh iya, kenakan baju pada anak anda dengan pakaian selain warna putih.

1. Ambil nomor antrian khusus untuk permohonan online. Biasanya ada mesin antrian otomatis dimana anda cukup memindai barcode yang terdapat pada tanda terima, dan nomor antrian akan keluar.

2. Saat nomor anda dipanggil, segeralah ke loket sesuai panggilan. Selalu was-was, karena jika antrian anda lewat, anda harus mengambil nomor antrian lagi. Serahkan semua dokumen tadi.

Anyway, pengalaman saya ada accident kecil. Menurut tanda terima, saya cukup membawa dokumen asli saja (consider bahwa softcopy hasil scannya sudah tersimpan rapi pada database negara), tapi mba penjaga loket itu ngotot meminta fotokopiannya juga. Duh… si mba, aturannya dipertegas dong mba, bukan alisnya. Ya sudahlah, ngalah aja, siapkan fotokopinya juga ya.

3. Setelah dokumen diterima lengkap, anda menerima kembali dokumen asli, lalu silahkan menunggu di ruang biometrik, tunggu nama anak anda dipanggil.

4. Saat dipanggil, anak anda akan difoto lalu anda sebagai ayah/bundanya akan ditanya akan kemana dan dalam rangka apa.

Nah selesai.

Seharusnya, sepengetahuan saya, layanan paspor online ini harus selesai dalam sehari, dalam artian, anak anda akan mendapatkan paspornya pada hari yang sama. Tapi pengalaman yang kami temui berbeda, kami tetap disuruh kembali 3 hari selanjutnya untuk mengambil paspornya. Bila anda nantinya mendapat pelayanan serupa, ambil lah paspor anak anda di loket pengambilan paspor dengan membawa tanda terima permohonan, bukti pembayaran, dan kartu keluarga. Anak anda tidak perlu turut serta.
wpid-img_20140606_100402_20140614232411253_20140615055935234

Gimana ayah? Bunda? Siap melancong bersama si buah hati?

Selamat mencoba dan selamat berlibur bersama keluarga tercinta. πŸ™‚

Iklan

3 Comments Add yours

  1. marshell berkata:

    Berbagi pengalaman juga tentang pasport online

    Pengalaman pertama membuat pasport online untuk pribadi, harus membawa dokumen asli+ fotocopy. Kemudian bayarnya di imigrasi.
    Prosesnya tetap tidak bisa one shoot sekali coba langsung pulang bawa pasport. pendaftar harus pulang dan kembali ambil pasportnya lagi. beda manual dan online, kita hanya unggul 1 kedatangan. kalau manual bisa 3 x. online 2x.

    Pengalaman kedua saat urus pasport ortu. hampir mirip semuanya, hanya bedanya kali ini bayarnya di bank. mungkin karena transparansi saja. (ini lebih baik sistemnya) walaupun rada mbulet. hanya berpikir kenapa tidak ada mesin edc saja, tinggal gesek. toh ujung2nya ada laporan dari bank terkait. kecuali kalo di utak-utik sistemnya πŸ™‚

    Suka

  2. ayah berkata:

    Hi marsell, makasih dah mampir ngasih komen ya. πŸ™‚

    Anyway, menurut saya, atas nama reformasi birokrasi, layanan publik memang seharusnya tidak menerima duit, harus ada pihak ketiga, biasanya bank atau pos. Mungkin harapan marsel, ada teller bank di imigrasi supaya layanan satu atap benar2 bisa terpenuhi. Gitu ga sel? πŸ™‚

    Suka

  3. Nerice berkata:

    Frankly I think that’s abuolstely good stuff.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s