Memandikan Bayi

Kalau newmom atau newdad ditodong mandiin bayinya pasti pada takut. Saya? Pun! Hingga kurang lebih falah memasuki usia 2 bulan, eyangnya lah yang memandikan.

Saya 90 persen yakin bahwa 90 persen newparents mempercayakan urusan ini kepada ibu atau ibu mertua mereka.

Namun bukan tanpa upaya. Sebelum meninggalkan rumah sakit bersalin, kami berupaya membekali diri dengan keilmuan perawatan bayi. Saat bayi kami akan dimandikan oleh suster, saya minta agar dapat ikut melihat proses pemandian bayi. Saya pun mengambil kesempatan untuk merekam semua prosedurnya. Nah, langkah-langkah memandikan bayi, pertama-tama, basahkan handuk dengan sabun mandi…..
……
Mmm… begini, picture speaks a thousand words, and video speak billion words. Liat aja hasil rekaman saya waktu itu ya?! :p

Setelah si falah nampak berisi dan lehernya lebih kuat, yakni kurang lebih berusia 3 bulan, barulah saya berani memandikannya sendiri. Ok. This is a blog and you deserve written note. Dear newparents, berdasarkan pengalaman kami, berikut catatan ayah tentang cara memandikan bayi.

  1. Jangan mulai perang sebelum memegang senjata. Siapkan:
    • bak mandi berisi air hangat secukupnya,
    • sabun dan shampoo bayi (lebih praktis lagi jika sabun ‘head to toe’ yang tidak memerlukan shampoo lagi)
    • Baby bather atau alas anti air, diletakkan di samping bak mandi.
    • Handuk dan bundanya yang bersiap-siap menjemput dan mengeringkan si kecil.
  2. Mulailah dengan meletakkan bayi pada baby bather atau alas mandinya.
  3. Basahi seluruh badan bayi dengan mengambil air hangat dari bak mandinya. Cukup diciduk dengan tangan saja.
  4. Usapi badan bayi dengan sabun bayi. Mulailah dari bagian dada, perut, lengan, leher, dan lipatan ketiak.
  5. Kemudian usap kembali tubuh bayi dengan air hangat agar bayi tidak kedinginan. Jika bayi sudah memasuki usia 3 bulan ke atas, biasanya dia akan berupaya mencari tangannya untuk dikenyot, maka segera bilas tangannya sebelum membersihkan bagian tubuh bayi lain.
  6. Lanjutkan dengan mengusapkan sabun ke bagian perut ke bawah, tungkai, lipatan paha, dan pantatnya. Bilas kembali dengan air hangat.
  7. Lakukan hal yang sama dengan bagian pungungnya. Miringkan dia ke kanan dan ke kiri untuk mempermuda pengusapan punggungnya.
  8. Basuh kepalanya dengan air hangat, dan usapkan shampoo, hingga ke telinganya. Pastikan mengusap baik-baik bagian belakang telinganya (biasanya ini yang baunya kecut, hehe). Lalu bilas secukupnya.
  9. Bagian terakhir yang paling dia senangi. Angkat dan letakkan pelan-pelan ke dalam bak mandinya, tentunya tetap dalam kondisi pegangan anda. Tangan kiri memegang punggung lehernya (agar wajah bayi tidak tenggelam), tangan kanan membersihkan sisa-sisa sabun pada tubuh bayi. Raup juga pelan-pelan wajah bayi. Tetap awas ya, karena kegirangan, dia banyak geraknya. Jangan sampai lepas pegangan.
  10. Setelah anda merasa dia sudah bersih, angkat, ‘tiriskan’, dan serahkan kepada bundanya yang sudah siap dengan handuk di pelukannya.

Wait…. do i make it look difficult? :p

Relax mom and dad, memandikannya tidak sesulit yang terpikirkan. Karena memandikan anak adalah momen yang fun. Khusus kepada para ayah, sebaiknya ambillah bagian special ini, mandikan bayimu. Anda akan bisa merasakan momen yang tak kalah intimnya dengan momen bunda menyusui anak anda. Trust me 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s